Sabtu, 19 November 2011

BENTUK KARYA SASTRA MODERN DAN BENTUK –BENTUK PROSA..


BENTUK KARYA SASTRA MODERN DAN BENTUK –BENTUK PROSA..


Karya sastra modern lahir setelah munculnya pergerakan nasional atau bukan pada zaman kerajaan atau zaman dahulu. Bentuk-bentuk karya sastra modern:
1. Puisi
Unsur instrinsik puisi:
Diksi adalah kata-kata yang harus dipilih seorang penyair dalam menciptakan puisi. Kata-kata tersebut tentu kata yang mengungkapkan perasaan dan keindahan.
Imaji adalah upaya penyair dalam membangkitkan daya khayal pembaca tentang peristiwa atau perasaan yang dialami penyair sehingga pembaca ikut merasakannya.
Majas adalah merupakan pengungkapan bahasa yang dipilih penyair untuk memperjelas maksud. menimbulkan kesegaran, dan menimbulkan kejelasan perasaan atau gambaran angan-angan.
Rima adalah persamaan bunyi dalam puisi yang berfungsi untuk menimbulkan keputusan dan memperjelas maksud.
Irama adalah pergantian turun-naik. panjangpendek. keras-lembut ucapan bunyi bahasa secara teratur dalam puisi.
Unsur ekstrinsik puisi:
Contoh:
Pendidikan pengarang, sejarah pengarang, latar belakang pengarang, dan agama pengarang.
Teknik membaca puisi, antara lain:
- Ucapan dengan gerakan wajar. tidak perlu dibuat-buat.
- Ucapan harus jelas.
Syarat membaca puisi yang baik, yaitu:
- Harus memahami isi puisi.
- Intonasi dan artikulasi tepat.
- Pemberian jeda tekanan pada kata-kata penting.
- Mengeja kata-kata dengan jelas disertai mimik yang sesuai dengan puisi yang disampaikan.
2. Cerpen
Cerpen adalah karangan pendek berbentuk prosa. Dalam cerpen dikisahkan sepenggal kehidupan tokoh, baik yang mengharukan, menyedihkan. menggembirakan, atau berupa pertikaian dan mengandung kesan yang tidak mudah dilupakan.
Ciri-ciri cerpen:
- Ceritanya fiktif dan aspek cerita yang menimbulkan efek dan kesan tunggal.
- Mengungkapkan masalah yang terbatas pada hal-hal penting saja.
- Menjanjikan peristiwa yang cermat dan jelas.
3. Drama
Drama adalah cerita atau karangan yang menyajikan bentuk perilaku di atas pentas atau penggung yang berupa dialog.
Macam-macam drama:
- Komedi, adalah cerita yang di dalamnya mengandung humor.
- Tragedi, adalah cerita yang di dalamnya mengandung kesusahan.
- Tragedi komedi, adalah cerita yang di dalamnya mengandung humor dan kesusahan silih berganti.
- Opera/musikal. adalah drama yang dilakukan bersama-sama dengan iringan musik.

·         CONTOH PROSA LAMA
Kita dapat membedakan dengan cepat antara puisi dan prosa rekaan dan struktur fisiknya. Yang dapat dilihat secara sepintas dan struktur fisik prosa rekaan adalah pengaturan kata-katanya.
Dalam bentuk tertulis, kata-kata yang terdapat dalam prosa rekaan memenuhi seluruh halaman dan tepi kiri sampai kanan. Kumpulan kata dibentuk menjadi kalimat. Hal ini berbeda dengan puisi. Di dalam puisi, kumpulan kata akan membentuk baris. Kalimat dalam prosa rekaan dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri tanda titik (.) atau tanda akhir berupa tanda tanya atau tanda seta (? atau !). Kalimat-kalimatnya membentuk paragraf, bukan bait. Kebanyakan paragraf ditulis menjorok ke dalam lima sampai tujuh ketukan, demikian juga dialog antartokohnya.
Dalam bentuk lisan, prosa rekaan lebih banyak berupa cerita. Bentuk ini mempunyai tokoh, jalan cerita, latar cerita, terra, nilai-nilai yang disampaikan yang cukup jelas. Prosa rekaan bisa dibedakan atas prosa lama dan prosa baru (modern).
Prosa Lama
Prosa lama mempunyai bentuk-bentuk sebagai berikut:
1) Hikayat, bentuk sastra lama yang berisi cerita kehidupan para dewa, peri, pangeran atau putri kerajaan, serta raja-raja yang mempunyai kehidupan luar biasa dan gaib.
2) Sejarah atau tiambo, salah satu bentuk prosa lama yang isi ceritanya diambil dari suatu peristiwa sejarah yang pernah terjadi.
3) Dongeng. bentuk sastra lama yang bercerita tentang sesuatu kejadian yang luar biasa dan penuh khavalan, tentang dewa-dewa, peri-peri, putri-putri cantik, dan sebagainya. Fungsi dongeng haruslah sebagai penghibur. Oleh karena itu, dongeng disebut juga cerita pelipur lara.
Prosa Baru (Modern)
Prosa baru merupakan pancaran dari masyarakat baru. Karya-karya prosa yang dihasilkan oleh masyarakat baru Indonesia mulai fleksibel dan bersifat universal; ditulis dan dilukiskan secara lincah serta bisa dinikmati oleh lingkup masyarakat yang lebih luas.
Bentuk-bentuk prosa baru, antara lain sebagai berikut:
1) Roman berisi cerita tentang kehidupan manusia yang dilukiskan seeara terperinci atau detail. Berdasarkan isinya, roman dapat dibagi menjadi roman sejarah, roman sosial, roman jiwa, roman tendens.
2) Cerpen singkatan dari Cerita pendek; adalah karangan pendek yang berbentuk naratif. Cerpen mengisahkan sepenggal kehidupan manusia yang penuh pertikaian, mengharukan atau menyenangkan, dan mengandung kesan yang tidak mudah dilupakan.
3) Novel, karangan imajinatif yang mengisahkan sisi utuh atas probematika kehidupan manusia atau beberapa orang tokoh.
4) Otobiografi, berisi kisah cerita tentang pribadi si pengarang sendiri, mengenai pengalaman hidupnya sejak kecil hingga dia dewasa.
5) Biografi, berisi suatu kisah atau cerita tentang pengalaman hidup seseorang dari kecil hingga dewasa atau bahkan sampai meninggal dunia yang ditulis oleh orang lain.
6) Essay, karangan yang berupa kupasan tentang suatu hasil karya sastra, kesenian, atau bidang kebudayaan yang dilakukan oleh seorang ahli di bidangnya.
7) Kritik: kupasan tentang satu karya sastra, kesenian, serta bidang kebudayaan yang ditulis oleh seorang ahli dengan menekankan pada fakta yang objektif.

amirblogger1991@ymail.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar